Levoit | Udara Segar Dengan Levoit
Kesehatan

Kenali 5 Perbedaan ISPA vs Pneumonia Sebelum Terlambat

Hikmah Ovita | 08 November 2025 20:00

Share:
Kenali-5 Perbedaan-ISPA-vs-Pneumonia-Sebelum-Terlambat

Beberapa minggu terakhir, kasus ISPA dan pneumonia kembali meningkat di berbagai daerah. Gejalanya memang mirip—batuk, pilek, hingga sesak napas—tapi tahukah kamu kalau keduanya adalah dua kondisi yang berbeda?

Banyak orang sering salah mengira ISPA sebagai pneumonia, padahal penanganannya bisa sangat berbeda. Yuk, kenali perbedaan ISPA dan pneumonia sejak dini agar kamu bisa lebih waspada terhadap kesehatan pernapasan keluarga.

1. Area Infeksi yang Berbeda

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, hingga laring. Sementara pneumonia terjadi di saluran pernapasan bawah, tepatnya di paru-paru.

ISPA biasanya menyebabkan radang tenggorokan dan pilek, sedangkan pneumonia menyebabkan peradangan di kantung udara paru yang bisa terisi cairan atau nanah—itulah mengapa penderita pneumonia sering kesulitan bernapas lebih berat.

2. Penyebab Utama

Kedua penyakit ini memang bisa disebabkan oleh virus atau bakteri, tapi pemicunya berbeda. Menurut data Kemenkes RI, sekitar 80% kasus ISPA disebabkan oleh virus influenza, rhinovirus, atau coronavirus.

Sedangkan pneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Pada bayi dan lansia, pneumonia bisa muncul sebagai komplikasi dari ISPA yang tidak ditangani dengan baik.

3. Tingkat Keparahan

ISPA tergolong lebih ringan dan sering kali bisa sembuh dengan istirahat cukup, minum air, dan menjaga pola makan. Pneumonia, sebaliknya, bisa menjadi serius jika tak segera ditangani.

Data WHO (2023) mencatat bahwa pneumonia menjadi penyebab kematian nomor satu pada anak di bawah usia 5 tahun di dunia, dengan lebih dari 700 ribu kasus setiap tahun. Angka ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pencegahan terhadap infeksi saluran napas.

4. Gejala yang Perlu Diwaspadai

Penderita ISPA biasanya mengalami batuk, pilek, tenggorokan gatal, dan demam ringan. Sedangkan pneumonia ditandai dengan demam tinggi, napas cepat, sesak, nyeri dada, serta lendir kental yang sulit keluar.

Kalau kamu atau anggota keluarga mengalami gejala ISPA yang tak kunjung sembuh dalam lebih dari seminggu, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk memastikan apakah sudah berkembang menjadi pneumonia.

5. Pencegahan

Pencegahan ISPA dan pneumonia sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana: mencuci tangan, menjaga kebersihan udara, dan memperkuat daya tahan tubuh. Salah satu cara efektif adalah dengan memastikan udara di rumah tetap bersih dan bebas polutan.

Udara yang kotor dapat memperburuk gejala batuk dan sesak pada penderita ISPA maupun pneumonia, terutama pada anak-anak dan lansia yang sistem imun-nya lebih lemah.

Kalau kamu ingin memastikan udara di rumah tetap sehat, gunakan Levoit Core 300s Smart Air Purifier. Dilengkapi dengan HEPA filter dan karbon aktif berkualitas tinggi, alat ini mampu menyaring 99,97% debu, alergen, dan partikel mikro yang bisa memicu ISPA dan pneumonia.

Dengan desain senyap dan efisiensi tinggi, Levoit Core 300s cocok digunakan di kamar tidur, ruang keluarga, bahkan di ruang anak. Karena udara bersih bukan sekadar kenyamanan, tapi juga langkah pertama melindungi pernapasan keluarga.