Ancaman Mikroplastik di Depan Mata! Berikut 5 Bahaya yang Perlu Kamu Ketahui
Hikmah Ovita | 19 December 2025 20:00
Mikroplastik tidak lagi menjadi isu jauh yang hanya berkaitan dengan laut dan sungai. Saat ini, mikroplastik telah ditemukan di udara yang kita hirup setiap hari—bahkan di dalam rumah. Ukuran partikel yang sangat kecil, mulai dari 1 hingga 10 mikrometer, membuatnya mampu melayang di udara dan masuk ke tubuh melalui sistem pernapasan tanpa kita sadari.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa manusia dapat menghirup hingga 68.000 partikel mikroplastik per hari hanya dari udara dalam ruangan. Temuan lain yang dipublikasikan pada 2022 bahkan membuktikan bahwa mikroplastik telah ditemukan di dalam darah manusia, menandakan partikel ini mampu menembus pertahanan biologis tubuh dan bersirkulasi ke organ vital.
Sumber mikroplastik di dalam rumah sering berasal dari benda sehari-hari seperti pakaian berbahan sintetis, karpet, tirai plastik, busa sofa, hingga debu rumah. Aktivitas sederhana seperti berjalan, membuka pintu, menyalakan kipas, atau membersihkan ruangan dapat membuat partikel ini kembali terangkat ke udara. Kondisi ventilasi yang kurang baik membuat mikroplastik terperangkap dan menumpuk dari waktu ke waktu.
Meskipun tidak terlihat, mikroplastik dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan paparan jangka panjang dapat memicu peradangan, mengganggu hormon, dan menurunkan fungsi imun. Memahami risiko-risikonya membantu kita mengambil langkah perlindungan yang tepat.
Partikel mikroplastik yang terhirup dapat mencapai paru-paru bagian dalam dan memicu respons inflamasi. Kondisi ini meningkatkan risiko batuk kronis, asma, dan alergi pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan gangguan paru.
Karena sangat kecil, mikroplastik dapat masuk ke peredaran darah dan terakumulasi dalam organ penting. Efek jangka panjangnya masih diteliti, namun ilmuwan memperingatkan potensi gangguan fungsi organ karena paparan berkelanjutan.
Beberapa jenis plastik mengandung BPA dan ftalat—bahan kimia yang dikenal sebagai pengganggu hormon. Ketika terbawa oleh mikroplastik ke dalam tubuh, zat ini berpotensi mempengaruhi kesuburan, hormon pertumbuhan, hingga metabolisme.
Paparan mikroplastik secara terus-menerus dapat menimbulkan stres oksidatif pada sel, yang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis, termasuk kanker.
Mikroplastik dapat mengganggu mekanisme pertahanan tubuh, sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit dan mengalami inflamasi berulang.
Mengurangi risiko mikroplastik bukan hal yang mustahil. Rutin membersihkan debu menggunakan kain lembap, mengurangi bahan sintetis, serta menjaga ventilasi udara merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan. Namun, strategi paling efektif adalah meningkatkan kualitas udara yang kita hirup setiap hari.
Air purifier dengan filter HEPA13 terbukti mampu menyaring 99,97% partikel berukuran hingga 0,3 mikron, termasuk mikroplastik, debu, pollen, dan polutan halus lainnya. Menggunakan perangkat seperti Levoit Core 300s membantu menjaga udara di dalam rumah tetap bersih dan aman untuk keluarga.
Kurangi risiko menghirup mikroplastik di dalam rumah dengan air purifier berfilter HEPA13 seperti Levoit Core 300s, yang mampu menyaring 99,97% partikel kotor di udara sekecil 0,3 mikron.
Heboh! Bekasi Diguyur Hujan Debu Hitam, Dari Manakah Asalnya?
Ancaman Mikroplastik di Depan Mata! Berikut 5 Bahaya yang Perlu Kamu Ketahui
Dinkes DKI Catat 1,9 Juta Kasus ISPA, Situasi Makin Mengkhawatirkan
Apa Itu Mikroplastik dan Mengapa Bisa Turun Bersama Air Hujan
Kasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Ini Alasan Kenapa Balita Paling Berisiko!