Dinkes DKI Catat 1,9 Juta Kasus ISPA, Situasi Makin Mengkhawatirkan
Hikmah Ovita | 18 December 2025 20:00
Kasus ISPA di Jakarta kembali melonjak. Dinas Kesehatan DKI mencatat lebih dari 1,9 juta kasus ISPA sepanjang tahun ini, dan angka tersebut menunjukkan kondisi yang semakin memprihatinkan.
Lonjakan ini tidak lepas dari memburuknya kualitas udara Jakarta yang sering masuk kategori tidak sehat. Aktivitas kendaraan bermotor, industri, dan kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat konsentrasi polutan meningkat di udara yang kita hirup setiap hari.
Polusi udara menjadi faktor utama yang memperparah risiko ISPA. Partikel polutan berukuran sangat kecil dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu peradangan. Jika terhirup terus-menerus, sistem pernapasan akan lebih rentan mengalami iritasi, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Tak heran, fasilitas kesehatan di Jakarta banyak menerima pasien dengan keluhan batuk berkepanjangan, sesak napas, sakit tenggorokan, hingga demam akibat infeksi saluran napas.
Dampak peningkatan kasus ISPA paling terasa pada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita asma atau alergi. Mereka memiliki sistem imun yang lebih lemah, sehingga lebih mudah terinfeksi saat kualitas udara memburuk.
Bahkan, ISPA yang tidak ditangani sejak awal dapat berkembang menjadi pneumonia atau infeksi paru akut yang memerlukan perawatan serius. Yang sering terlupakan adalah fakta bahwa polusi bukan hanya berasal dari luar ruangan. Udara di dalam rumah dapat lima kali lebih kotor jika tidak dikelola dengan baik.
Debu, jamur, asap rokok, bulu hewan peliharaan, dan sisa polusi dari luar dapat terperangkap di dalam ruangan tanpa disadari. Akibatnya, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sumber pencetus ISPA berulang pada anak kecil dan lanjut usia.
Untuk menekan risiko ISPA, menjaga kualitas udara di rumah menjadi sangat penting. Membersihkan rumah secara rutin, menjaga ventilasi, dan mengurangi aktivitas merokok di dalam ruangan adalah langkah awal yang wajib dilakukan. Namun, di lingkungan dengan polusi tinggi seperti Jakarta, langkah tersebut belum tentu cukup.
Salah satu cara efektif untuk menjaga udara tetap bersih adalah dengan menggunakan air purifier berfilter HEPA13. Filter ini mampu menyaring partikel mikro seperti debu halus, polutan, bakteri, dan alergen yang dapat memicu iritasi saluran napas. Levoit Core 300s menjadi salah satu rekomendasi yang tepat karena dirancang untuk meningkatkan kualitas udara dalam rumah dan memberikan perlindungan maksimal untuk keluarga, terutama balita dan lansia.
Dengan penggunaan rutin, air purifier membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat dan aman untuk bernapas. Di tengah meningkatnya kasus ISPA, menjaga udara bersih bukan lagi pilihan tambahan, tetapi kebutuhan utama untuk melindungi kesehatan keluarga.
Minimalkan paparan polusi dalam rumah, terutama untuk kelompok rentan. Gunakan air purifier berfilter HEPA13 seperti Levoit Core 300s untuk membantu menyaring partikel halus penyebab iritasi saluran napas.
Heboh! Bekasi Diguyur Hujan Debu Hitam, Dari Manakah Asalnya?
Ancaman Mikroplastik di Depan Mata! Berikut 5 Bahaya yang Perlu Kamu Ketahui
Dinkes DKI Catat 1,9 Juta Kasus ISPA, Situasi Makin Mengkhawatirkan
Apa Itu Mikroplastik dan Mengapa Bisa Turun Bersama Air Hujan
Kasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Ini Alasan Kenapa Balita Paling Berisiko!